Peristiwa Pagi Tadi

                                                                            kepada GM

Pagi tadi seorang sopir bercerita kepada pesuruh kantor tentang lelaki yang terlanggar motor waktu menyeberang.

Siang tadi pesuruh kantor bercerita kepada tukang warung tentang sahabatmu yang terlanggar motor waktu menyeberang, membentur aspal, lalu beramai-ramai diangkat ke tepi jalan.

Sore tadi tukang warung bercerita kepadamu tentang aku yang terlanggar motor waktu menyeberang, membentur aspal, lalu diangkat beramai-ramai ke tepi jalan dan menunggu setengah jam sebelum dijemput ambulans dan meninggal sesampai di rumah sakit.

Malam ini kau ingin sekali bercerita padaku tentang peristiwa itu.

Sapardi Djoko Damono dalam Perahu Kertas (1983)

Seseorang mengatakan, “Maaf, saya tak boleh mengucapkan Selamat Waisak karena saya Muslim.” Seorang Buddhis akan mengerti bahwa orang itu sebenarnya mengucapkan apa yang tak diucapkannya. Dalam percakapan yang diam, ada yang tak bisa dijangkau oleh fatwa.

Goenawan Mohamad dalam Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali

benarkah?

Metro Files: Sang Perintis #1 (-#6)

Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo (1880-1918): Bapak Pers Nasional, salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, pendiri koran berbahasa Melayu pertama di Hindia Belanda, pelopor gerakan organisasi pemuda Indonesia, inspirasi Pramoedya Ananta Toer dalam roman Tetralogi Pulau Buru,

Selesai membaca Tetralogi Pulau Buru, salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengapa saya tidak pernah mendengar tentang tokoh sepenting itu dalam pelajaran sejarah. Namun sekali lagi terimakasih pada internet, yang telah mengubah tanya itu menjadi mengapa sejarah bangsa sendiri tidak dicoba untuk dikenal?

Tak terbilang tokoh yang terlepas dari kesadaran historis kita, entah karena pemburaman ‘sejarah’ yang memang sering dikuasai kaum yang menang atau lantaran kita tak pernah sungguh-sungguh jujur dalam menilai kembali ‘sejarah’ kita sendiri.

Serba Sejarah

Mereka yang terbiasa menikmati kesengsaraan bangsa-bangsa Asia memang tak rela kehilangan sebagian kecil dari jatah kehormatan yang mereka anggap sudah jadi hak dan sekaligus karunia Tuhan.

Jean Marais, bicara soal Eropa dan kolonial pada tahun penjajahan Belanda -yang entah mengapa masih relevan sampa sekarang.

Pramoedya Ananta Toer dalam Anak Semua Bangsa

Kau Pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, Pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu.

Jean Marais kepada Minke

Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer

Jarak dan Waktu memang adalah sebuah garis batas, tapi jalinan perasaan adalah penembusnya.

Agustinus Wibowo dalam Titik Nol

Tapi ternyata mimpi juga harus ada aturannya. Harus ikut pakem dan pagu. Mimpi, sudah diberikan pilihan dari berbagai profesi:  dokter, guru, tentara, pedagang, insinyur, presiden, seniman,… Guru di kelas mengajarkan, mana pekerjaan yang tinggi dan mulia, mana yang bisa dijadikan cita-cita. Cita-cita harus setinggi langit. Tidak, tidak boleh kau jawab pertanyaan Ibu Guru dengan menjadi pengemis, tukang becak, pembantu, Superman, atau Robin Hood.

Cita-citaku adalah jadi turis.

Ibu Guru memotong, Tapi turis bukan cita-cita, kamu harus pilih jadi dokter, jadi guru, atau jadi insinyur.

Mengapa?

- Agustinus Wibowo dalam Titik Nol

Falling for someone’s work, means falling for someone’s mind.

Puisi Matahari
Matahari, jarang ada yang menyadari kamu istimewa, karena hari berganti dan kamu selalu ada.
Matahari, jarang pula kamu dirindu, karena di khatulistiwa, tiap hari bumi berlimpah sinarmu.
Matahari, tidak sedikit pula yang mengusir hadirmu dan merindukan tetes hujan yang mengalun sendu.
Matahari, banyak yang memuja cantik dan mempesonanya rembulan, padahal sinarnya adalah pantulan, darimu yang menawan.
Matahari, aku menyukaimu. Kamu hadir tiap pagi, memancarkan cahaya seri, dan menyingkap misteri.
Matahari, aku ingin. Meski saat tergelap dan terdingin adalah sesaat sebelum cahayamu membias angin.

Sapardi Djoko Damaono

Apa ini namanya, ketika seseorang jauh di sana tanpa pernah saling bicara bisa mengaksarakan apa yang selama ini dirasa?

Pak Sapardi dengan indah menjelaskan, mengapa saya selama ini terlalu logis untuk jatuh dengan bulan.

Apa artinya terang tanpa dibandingkan dengan gelap? Karena ketika setiap adjektiva itu terparameterkan dengan kehadiran kebalikannya. Mereka subjektif bagi masing-masing perspektif. Sehingga ketika terbiasa melihat besar hanya dalam dunia sendiri, kata sifat apakah bagi mereka satu dari 18.000 di sini?

nayasa:

“Apa yang besar sebenarnya? Apa yang kecil? Satu dari 18.000 becak di Kota Bandung adalah soal kecil. Seorang dari sekian ratus ribu orang yang kehilangan mata pencaharian di Indonesia kini adalah soal kecil. Lagi pula, pada saat satu Sukardal mati, di sebuah sudut, satu genius yang sama hebat dengan Habibie mungkin baru lahir di sudut tanah air yang lain. Penderitaan manusia adalah ombak yang tak bisa dielakkan dari sejarah sebuah bangsa….

Penderitaan manusia?

Beberapa saat sebelum mati, Sukardal menulis sepucuk surat wasiat. Ia bicara kepada anaknya yang sulung: “Yani, adikmu kirimkan ke Jawa, Bapak sudah tidak sanggup hidup. Mayatku supaya dikuburkan di sisi emakmu.” Dan Yani, 22 tahun, yang bersama tiga adiknya yang kecil-kecil tinggal di sebuah bilik 4 x 4 m (yang disewa), tak sanggup. Wasiat itu terlalu berat. Mengirimkan jenazah ke Majalengka dari Bandung, bagi mereka, bukan perkara kecil.

Apa yang kecil sebenarnya? Apa yang besar?

Seorang bapak yang selama ini sendirian merawat anak-anaknya, dan jarang marah, adalah sesuatu yang besar bagi anak-anak itu. Sebuah becak yang seharga Rp 50 ribu, dan baru saja lunas dicicil, adalah sesuatu yang besar bagi keluarga itu.

Satu setengah meter dari pohon tempat Sukardal mati, ada tembok. Di sana tertulis (kemudian dihapus oleh petugas kepolisian): “Saya gantung diri karena becak saya dibawa anjing Tibum”.

Becak saya, kata Sukardal. Ada kebanggaan memiliki. Ada rasa marah karena sebuah hak direbut. Ada makian: huruf-huruf itu memprotes dan sekaligus putus asa. Dengan kata lain, sebuah perkara besar, karena ia justru terbit pada seorang yang begitu kecil.

Orang yang kecil adalah orang yang memprotes dengan keyakinan tipis bahwa protes itu akan didengar, dan karena itu teriaknya sampai ke liang lahad.”

Goenawan Mohamad dalam ‘The Death of Sukardal’ (Majalah Tempo, Edisi. 21/XIIIIII/19 – 25 Juli 1986)

tastysynapse:

Zen Pencils Comic: 98. ALAN WATTS: What if money was no object?

What would you like to do if money were no object?

it is the courage to continue that counts.
what a quote!

it is the courage to continue that counts.

what a quote!

Melayani kaum miskin dalam kerangka cinta kasih tidak berarti memenuhi atau membantu memenuhi kebutuhan konsumtif mereka. Mencintai berarti menghormati, termasuk menghormati kemampuan mereka untuk memecahkan masalah. Karena itu, melayani kaum miskin tidak berarti memberikan kepada mereka hal-hal yang membuat mereka tergantung, melainkan membukakan untuk mereka kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah mereka dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dalam tata sosial yang lebih adil.

Darwis Khudori, dalam Menuju Kampung Kemerdekaan - Membangun Masyarakat Sipil dari Akar-akarnya, Belajar dari Romo Mangun di Pinggir Kali Code

(2002) hal 69

(via komunitassahabatkampung)

Proyek

  • Kabul: Bapak bilang saya tak perlu risau meskipun lantai jembatan mungkin hanya bisa bertahan satu-dua tahun?
  • Pak Dalkijo: Ya. Bila nanti lantai jembatan rusak, ya diperbaiki lagi, tentu saja bila disediakan dananya. Kita ini pemborong. Makin banyak jembatan rusak, makin banyak pula borongan yang akan kita dapat. Begitu saja kok susah?
  • -Ahmad Tohari, dalam novel Orang-Orang Proyek, sekilas perspektif kehidupan proyek tahu 1991.

There are no facts, only an infinity of interpretations.

Friedrich Nietzsche (via urban-tap)

Berkelana ke Negeri-Negeri Stan (2) Kompas.com

Serial cerita ini dikompilasikan dalam bentuk buku Garis Batas: Perjalanan ke Negeri-Negeri Asia Tengah terbitan Gramedia Pustaka Utama (2011)

Mesin kapal bergetar dahsyat. Kapal kecil ini perlahan-lahan meninggalkan pelabuhan Afghanistan, menuju negeri Tajikistan di seberang sana. Sekarang kami berada di tengah-tengah sungai coklat yang mengalir deras ini. Nama Amu Darya memang sudah terikat bersama-sama dengan peradaban Asia Tengah, bahkan sejak zamannya Iskandar yang Agung berabad-abad sebelum Masehi. Sekarang, sungai ini menjadi pemisah negeri-negeri di sini, dan menjadi penentu takdir bagi manusia yang terletak di sisi-sisi yang berbeda.

Agustinus Wibowo

I learn so much about space from something that isn’t directly related to architecture.